Tampilkan postingan dengan label MartabakKaget. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label MartabakKaget. Tampilkan semua postingan

Selasa, 04 Juni 2013

PHYSICAL EVIDENCE


PHYSICAL EVIDENCE

Physical evidence atau kita kenal dengan kata lain “bukti fisik” ini yaitu merupakan suatu hal yang mempengaruhi kepuasan konsumen untuk membeli dan menggunakan barang atau jasa yang ditawarkan.
Bukti fisik adalah lingkungan fisik perusahaan tempat jasa diciptakan dan tempat penyediaan jasa serta konsumen berinteraksi, ditambah elemen tangible yang digunakan untuk mengkomunikasikan atau mendukung peranan jasa itu.

Berdasarkan penjabaran tersebut dapat di simpulkan bahwa Bukti fisik adalah struktur fisik dari sebuah perusahaan yang merupakan komponen utama dalam membentuk kesan sebuah perusahaan. Bukti fisik memiliki peranan penting untuk menarik minat konsumen agar datang ke suatu perusahaan dan melakukan pembelian.


Contoh Foto: Physical Evidance (konsep)

    Lingkungan Fisik (servicescapes)
    Dalam sebuah operasi kerja diperlukan penyeleksian operator kerja yang memenuhi syarat sehat fisik dan psikologis serta memiliki skill yang menunjang, tetapi tanpa adanya lingkungan fisik kerja yang baik maka akan timbul berbagai masalah dalam operasi kerja. Manusia sebagai makhluk sempurna tetap tidak luput dari kekurangan, dalam arti segala kemampuannya masih dipengaruhi oleh beberapa faktor. Faktor-faktor tersebut dapat berasal dari dalam perusahaan (interior), dan dapat juga dari luar perusahaan (eksterior). Disini MartabakKaget, mengusung tema pada Interior dan eksteriornya adalah “Natural and Fun” dimana kami menggunakan unsur unsur alam seperti meja kursi dari kayu, interior didalam banyak pernik pernik naturalnya. Pada area Parkir, kami sediakan parkir motor didepan outlite yang sudah di tata rapi. Untuk mobil bisa muat antara 4-8 mobil kecil (sub compact, city car).





STRATEGI PROMOSI JASA


STRATEGI PROMOSI JASA
Dunia pemasaran terus berkembangan mengikuti zaman dan pola hidup manusia yang terus berubah. Banyak teori-teori dan strategi yang terdapat dalam konsep pemasaran terus menyesuaikan dengan kondisi yang ada pada saat ini. Begitu juga dengan strategi bauran promosi (Promotion Mix), awalnya hanya mengenal lima dimensi yaitu advertising (iklan), personal selling (penjualan personal), sales promotion (promosi penjualan), public relation (hubungan masyarakat) dan direct marketing (pemasaran langsung) realitanya saat ini word of mouth (informasi dari mulut ke mulut) juga menjadi dimensi dalam bauran promosi yang dinyatakan oleh majalah SWA dimana word of mouth juga sangat berpengaruh dalam mempromosikan produk atau jasa dimana strategi ini tidak mengeluarkan biaya tambahan hanya mengutamakan kualitas yang baik maka promosi akan berjalan dengan lancar. Strategi ini diterapkan dalam Martabak Kaget untuk menarik konsumen dan meningkatkan penjualan.


  • Advertising (iklan), iklan merupaka media promosi yang paling sering digunakan oleh para pemasar. Melalu media seperti iklan cetak (koran, atau majalah, electronik (radio, TV), brosur, selembaran dan sebagainya. Martabak Kaget menggunakan media iklan dengan sepanduk yang di pasang didepan toko atau outlite dan 500 menter sebelum lokasi toko MartabakKaget itu sendiri.
  • Personal selling (penjualan personal), komunikasi langsung antara penjual dan calon pelanggan untuk memperkenalkan suatu produk. Metode ini lebih sering digunakan MartabakKaget pada saat mengikuti event-event kuliner yang diadakan dikota malang nantinya. Kami tidak hanya menjual produk, tapi juga mengenalkan jasa produk kami kepasaran pada event tersebut.
  • Sales Promotion (promosi penjualan), adalah bentu persuasif secara angsung melalui penggunaan berbagai insentif yang dapat diatir untuk merangsang embelian produk dengan segera dan atau meningkatkan jumlah barang yan dibeli konsumen. Promosi penjualan yang dilakukan MartabakKaget seperti: setiap hari jum'at, kami memberikan potongan harga untuk pemesanan makan ditempat dan dibawa pulang, pada menu menu special kami. Dan pelanggan akan diberikan kartu seperti kupon dimana setiap kali pembelian pada kumpon yang kami beri akan kami stampel, jika kupon terisi 10x stampel maka geratis 1 menu martabak (martabak manis atau telor)
  • Public Relation (Hubungan masyarakat), membantu membangun dan menaga lini komunikasi, pemahaman bersama, penerimaan mutual dan kerja sama antara organisasi dan publliknya. Seperti halnya PR pada MartabakKaget, kami pada tiap 3bulan sekali mengadakan sebuah event-event yang bertajuk amal, jadi setiiap pemesanan dari pelanggan, akan kami potong 25% dari harga untuk nantinya disumbangkan kepada anak yatim atau kaum marginal yang ada dikota malang itu sendiri
  • Direct Marketing (pemasaran langsung), sistem pemasaran yang bersifat interaktif, yang memanfaatkan satu atau beberapa media iklan untuk menimbulkan respon yang terukur dan atau transaksi di lokasi tertentu.
  • Word of Mouth (informasi mulut ke mulut), strategi ini sangat berpengaruh besar dalam mempromosikan usaha atau produk jasa MartabakKaget ini. Karena itu kami membangun beberapa jaringan komunikasi pada media sosial dan pertemanan para pelanggan, agar kesan kesan baik para pelanggan bisa disampaikan secara otomatis mulut kemulut nantinya.

Minggu, 02 Juni 2013

Visi dan Misi

BAB III
VISI dan MISI

VISI MISI PERUSAHAAN

VISI Perusahaan
“ Menjadi Perusahaan Penyedia Jasa Makanan yang Halal, Enak, Bermutu dan Terjamin Demi Pemenuhan Isi Perut dan Menyenangkan Hati ”
Pengertian Visi
Kotler: pernyataan tentang tujuan organisasi, yang diekspresikan dalam produk dan pelayanan yang ditawarkan, kelompok masyarakat yang dilayani, nilai nilai yang diperoleh serta aspirasi dan cita cita masa depan.
Kamus Besar Bahasa Indonesia: visi perusahaan adalah pandangan terhadap suatu masalah, wawasan, kemampuan untuk meihat inti persoalan.

Tujuan Penetapan Visi
            Penetapan visi perusahaan memiliki tujuan, dan berikut adalah tujuan penetapan visi perusahaan:
1.      Mencerminkan suatu yang akan dicapai perusahaan
2.      Memiliki orentasi pada masa depan perusahaan
3.      Menimbulkan komitmen tinggi dari seluruh jajaran dan lingkungan perusahaan
4.      Menentukan arah dan focus strategi perusahaan yang jelas
5.      Menjamin kesinambungan kepemimpinan organisasi perusahaan

Syarat dan Kriteria Visi
            Syarat dan kriteria visi antara lain:
1.      Dapat dibayangkan oleh seluruh jajaran perusahaan
2.      Dapat dikomunikasikan dan dimengerti seluruh jajaran organisasi perusahaan
3.      Berwawasan jangka panjang dan tidak mengabaikan perkembangan zaman
4.      Memiliki nilai yang memang diinginkan oleh organisasi perusahaan
5.      Terfokus terhadap permasalahan instasi perusahaan agar dapat beroprasi





“ MISI perusahaan:
1.      Makanan (Martabak dll) yang Beda dengan yang lain
2.      Dari bahan berkualitas dan terjamin segar dan halal
3.      Karyawan adalah aset penting Perusahaan
4.      Membangun hubungan Karyawan dan Konsumen
5.      Melayani dengan Etika yang baik
6.      Kepuasan Konsumen penghargaan tertinggi kami
7.      Terus berinovasi dengan resep yang ada
8.      Menyediaakan makan untuk kegembiraan  “

Pengertian Misi
            Drucker: pada dasarnya misi merupakan alasan mendasar suatu organisasi. Pernyataan misi organisasi, terutama pada tingkat unit bisnis merupakan batas dan maksud aktivitas perusahaan
            Wheelen: misi adalah rangkaian kalimat yang menyatakan tujuan atau alasan eksistensi organisasi yang memuat apa yang disediakan oleh perusahaan kepada masyarakat, baik berupa produk atau jasa.
Funsi Misi
            Misi merupakan alat pernyataan cita-cita serta merupakan landasan kerja yang harus diikuti dan didukung oleh seluruh personil perusahaan, fungsinya antara lain:
1.      Memberikan arah perusahaan
2.      Memfokuskan arah-arah yang akan diambil
3.      Objektif, target perushaan dirancang berdasarkan misi yang sudah dibentuk
4.      Membimbing aksi dalam berbagai tingkat
5.      Membantu karyawan untuk tidak salah melangkah

Pemasaran Relational Dalam Pemasaran Jasa


BAB II
PEMASARAN RELATIONAL DALAM PEMASARAN JASA

Kotler dan Keller (2006:17-18) mengartikan pemasaran relasional dalam artian lebih luas yang memiliki tujuan membangun hubungan jangka panjang yang saling menguntungkan dengan pihak-pihak inti pelanggan, pemasok, distributor, masyarakat sekitar dan rekan pemasaran lainya guna mengembangkan dan mempertahankan bisnis.


a.        Hubungan Pelanggan (customer relationship)

Hubungan antara perusahaan dengan pelanggan sangat penting dan harus dijaga agar ada rasa terikat/loyalitas terhadap perusahaan. Untuk mewujudkan loyalitas pelanggan, perusahaan melakukan berbagai hal untuk menjaga kepuasan konsumennya.
Adapan sebagian cara untuk menciptakan hubungan tersebut seperti:
1.      Pelanggan harus diyakinkan dan merasa di pedulikan
2.      Menghargakan berbagai produk/ jasa secara wajar
3.      Usahakan supaya pelanggan mengingat kita dan alamat usaha kita
4.      Jaga kebersihan dan kerapian toko dan gudang
5.      Penting bagi karyawan untuk mempersiapkan diri mereka
Adapun cara yang saya lakukan untuk menciptakan rasa loyalitas konsumen saya nantinya antara lain:
1.      Memberikan pelayanan yang tebaik
2.      Senyum, Sapa, Salam
3.      Memberikan kupon yang nantinya membeli 5 bungkus gratis 1 bungkus, dan jika membeli 10 bungkmenjus gratis 1 bungkus porsi special
4.      Selalu membersihakn tempat pelayanan setiap kali selesai dan akan datangnya konsumen
5.      Untuk karyawan dan saya sendiri mempersiapakan diri dengan serapi mungkin dan pantas dilihat.

b.        Kemitraan dengan Pemasok (supplier partnership)
Tidak ada satu perusahaan pun yang mampu menjalankan aktivitasnya tanpa keterlibatan para pemasoknya. Begitu banyak pemasok yang telah menjadi mitra kita baik sebagai pemasok barang maupun penyedia jasa sehingga membutuhkan suatu pengelolaan yang efektif. Efektif berarti kita mempunyai prioritas dalam mengelola hubungan bisnis dengan pemasok barang dan penyedia jasa.
Adapun usaha saya untuk membangun kemitraan dengan pemasok yaitu:
1.      Saya menjalin kemitraan dengan pedagang atau juragan telur yang saya butuhkan di daerah saya
2.      Berlangganan bahan baku lain di pasar
3.      Melakukan pendekatan interpersonal terhadap pemasok


c.        Kemitraan Internal (internal partnership)
Karyawan merupakan aset penting yang dimiliki perusahaan. Sekalipun tidak mempunyai pengaruh besar dalam proses pengambilan keputusan, karyawan adalah aset yang paling banyak kuantitasnya dalam perusahaan. Oleh karena itu perusahaan harus dapat mengetahui dan memahami benar apa yang menjadi hak-hak karyawan.
Hal yang dilakukan untuk menjaga hubungan dengan karyawan yaitu:
1.      Komunikasi lancar dengan karyawan
2.      Memperhatikan karyawan
3.      Memenuhi hak keryawan
4.      Melibatkan karyawan dalam pengambilan keputusan (menampung aspirasi karyawan)

d.  Bentuk lainnya, hubungan dengan masyarakat di sekitarnya, hubungan dengan lembaga keuangan bank ataupun non bank, dll
Dalam mendirikan perusahaan kita tidak lepas dari lingkungan terutama masyarakat sekitar. Agar usaha berjalan dengan baik, maka hubungan dengan masyarakat harus baik pula. Pendirian perusahaan tersebut jangan sampai mengganggu kenyamanan masyarakat.
Adapun cara untuk menjaga hubungan baik dengan masyarakat yaitu:

1.      Senang tiasa berkomunikasi dengan para tetangga sekitar
2.      Memberikan setidakny 1 porsi untuk tetangga mencicipi
3.      Selalu berhubungan baik tidak mengganggu kenyamanan para tetangga
4.      Jika di lingkungan jual kita menaati kode etik yang ada

Pengertian, Klasifikasi dan Karakteristik Produk Jasa


PENGERTIAN, KLASIFIKASI DAN KARAKTERISTIK JASA

1.      PENGERTIAN MANAJEMEN PEMESARAN JASA
Jasa merupakan aktivitas, manfaat, atau kepuasan yang ditawarkan untuk dijual. Contohnya bengkel, salon, kursus, hotel, rumah sakit, cafe dan sebagainya. Jasa sering dipandang sebagai suatu fenomena yang rumit. Kata ‘jasa’ (service) itu sendiri mempunyai banyak arti, mulai dari pelayanan pribadi sampai jasa sebagai suatu produk. Sejauh ini sudah banyak pakar pemasaran jasa yang berusaha mendifinisikan pengertian jasa. Berikut diantaranya:
Setiap tindakan atau kegiatan yang dapat ditawarkan oleh satu pihak kepada pihak lain, pada dasarnya tidak berwujud dan tidak mengakibatkan kepemilikan apa pun. Produksi jasa bisa berkaitan dengan produk fisik atau sebaliknya. ( Kotler,1994 )
A service is an activity or a series of activities which take place in interactions with a contact person or physical machine and which provides consumer satisfaction ( Lehtinen, 1983 )
Sementara perusahaan yang memberikan operasi jasa adalah perusahaan yang memberikan konsumen produk jasa baik yang berwujud atau tidak, seperti transportasi, hiburan, restoran dan pendidikan.
Dari definisi di atas, tampak bahwa di dalam jasa selalu ada interaksi antara pihak konsumen dan pihak produsen, meskipun pihak-pihak yang terlibat tidak selalu menyadari. Jasa bukan suatu barang, melainkan suatu proses atau aktivitas yang tidak berwujud.

Dalam membangun sebuah usaha dibidang jasa perlu pertimbangan antara jasa hingga ke kepuasan konsumen sebagai tujuan dari usaha. Dalam sebuah usaha jasa, keunikan adalah salah satu modal dalam sebuah usaha jasa memiliki identitas untuk eksis dalam dunia usaha. Tidak jarang konsumen mencari nilai unik yang ada sebagai pemenuhan rasa penasaran dan kepuasannya. Apa lagi pada bidang jasa makanan. Fenomena yang ada contohnya dikota malang sendiri, banyak berkembang kuliner kuliner unik dari bentuk kreatifitas. Keunikan dan inovasi yang dilakukan mengarahkan konsumen untuk penasaran kepada kuliner tersebut. maka kami menghandirkan kuliner yang unik yaitu MartabakKaget. MartabakKaget ini sebagai sebuah usaha kami dalam menghadirkan keunikan dalam kasanah kuliner yang ada dikota malang dalam bentuk martabak yang penuh inovasi dan keunikan didalamnya. Kami juga menciptakan suasana unik yang akan dinikmati nantinya oleh para konsumen MartabakKaget itu sendiri.

KLASIFIKASI PEMASARAN JASA

A.    Produk fisik dengan jasa pendukung
Pada kategori ini penawaran terdiri atas suatu produk fisik yang disertai dengan satu atau beberapa jasa untuk meningkatkan daya tarik pada konsumenya. Misalnya produsen mobil harus memberikan penawaran yang jauh lebih banyak daripada hanya sekedar mobil saja, yaitu bisa meliputi jasa pengantaran, reparasi, pemasangan suku cadang, dan sebagainya. Dalam kategori ini, jasa dapat didefinisikan sebagai kegiatan yang dilakukan perusahaan kepada pelanggan yang telah membeli produknya.semakin canggih teknologi suatu produk generic maka penjualannya semakin tergantung pada kualitas dan ketersediaan layanan pelanggan yang menyertainya, seperti ruang pajangan, fasilitas pengantaran, bantuan aplikasi, pelatihan operator, konsultasi intalasi dan pemenuhan garansi.

B.     Hybrid
Penawaran terdiri dari barang dan jasa yang sama besar porsinya. Contoh, Restoran, Warung makan, warnet, dll.

C.     Jasa utama yang didukung dengan barang minor
Penawaran terdiri atas suatu jasa pokok bersama-sama dengan jasa tambahan
( pelengkap ) dan / atau barang-barang pendukung. Contohnya penumpang pesawat yang membeli jasa transportasi. Selama menempuh perjalanan menuju tempat tujuannya, ada beberapa unsure produk fisik yang terlibat, seperti makanan dan minuman, majalah atau surat kabar yang disediakan, dan lain-lain. Jasa seperti ini memerlukan barang bersifat capital intensif untuk realisasinya, tetapi penawaran utamanya adalah jasa.

D.    Jasa murni
Penawaran hampir seluruhnya berupa jasa, miosalnya fisioterapi, konsultasi psikologi, pemijatan, dan lain-lain.

                Bedasarkan Klasifikasi diatas, usaha kami ini termasuk dalam poin B.  Jasa Hybrid, penawaran terdiri dari barang dan jasa yang sama besar porsinya.

3.      Karakteristik Jasa

Produk jasa memiliki karakteristik yang berbeda dengan barang, karakteristiknya sebagai berikut:
A.   Intangibility ( tidak berwujud )
Jasa tidak dapat dilihat atau dicium sebelum jasa itu dibeli. Nilai penting dari hal ini adalah nilai tidak berwujud yang dialami konsumen dalam bentuk kenikmatan, kepuasan, atau rasa aman.

B.     Inseparability,
umumnya pada aktivitas jasa proses produksi dan konsumsi terjadi secara bersamaan, dalam arti  konsumen terlibat dalam produksi implikasinya kontak dan interaksi menjadi sangat penting.

C.     Heterogeinity,
standarisasi sulit dilakukan karena sangat tergantung kepada sumberdaya manusia yang terlibat, sehingga kualitas sulit dikendalikan. Masalah yang berkaitam dengan karakteristik heterogeneity, adalah sangat sulit melakukan standarisasi dan pengendalian kualitas jasa.

D.    Perishabillity, jasa tidak mengenal persediaan atau penyimpanan dari produk yang telah dihasilkan.

E.     Lack of ownership, pelanggan tidak memiliki jasa pada pembelian jasa pelanggan hanya memiliki akses personal atas suatu jasa untuk jangka waktu yang terbatas.

            Menurut karakteristikdiatas, karakteritik usaha yang kami dalami adalah karakteristik inseparability, karena dalam usaha kami, kami melakukan pemuasan terhadap konsumen dalam hal produksi yang akan dinikmati berupa menu menu yang kami hadirkan dan menikmati hal unik berupa permainan permainan kecil yang menyenangkan di meja masing masing pengunjung nantinya.

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | 100 Web Hosting